Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Anak = Aset??

>> 11 Mei 2010

Kata orang banyak anak berarti banyak rejeki. Mengamati fenomena anak2 “super” jaman sekarang, kayanya ungkapan ini emang tepat banget. Kenapa aku sebut super? Karena kecil2 banyak yang uda jadi artis terkenal, berbakat di berbagai bidang, pinter ngomong, dan ada yang berprestasi di sekolah ada juga yang gak. Dulu pas kecil, ga ada produser yang mau ngorbitin aku siyy, bakatku terkubur dengan sia2 deh. Hehehe..

Ga kebayang anak2 umur 6-7 tahun ngapalin script, begadang malem2 nungguin syuting, padahal besok paginya mesti masuk sekolah lagi. Mungkin karena susu formula sekarang mahal2 dan bernutrisi tinggi, makanya kapasitas otak mereka besar dan gampang nyerap informasi baru. Ga kaya qt2, yang produk jaman dulu. Otaknya cepet panas & nge-hang. Mesti sering di-refresh dan di-defrag mulu. Qeqeqe..

Tapi aku tetep bersyukur kok, ga jadi anak super. Karena aku menjalani masa kecilku dengan normal. Bangun-mandi-sekolah-pulang-maen-maen-maen-maen-mandi-nontonTV-bobo. Kalo maennya kebanyakan normal ga ? Urusan belajar ya ntar kalo mo ulangan aja, hihihi.. anak Indonesia asli, sukanya SKS (Sistem Kebut Semalam).

Kadang suka kasian ngeliat mereka2 yang super, walaupun bergelimang harta tapi mereka keilangan masa kanak2 mereka. Kecil2 uda ngerti dandan, pake gincu ma shading biar tulang pipi keliatan tirus. Aku aja pake make-up kalo kondangan doank (keterlaluan yah? Wakakak..). Obrolannya juga tentang cinta2an, ga sedikit juga yang ngaku uda punya “pacar”. Entah pacar macam apa yang dimaksud oleh bocah2 ini..

Sering sekali aku temuin anak2 bermuka cakep, lucu, imut2 bahkan berwajah blasteran juga uda ga aneh disini. Jakarta emang gudangnya artis yah.. Ga heran, banyak sekali bintang2 cilik asal Jakarta bertaburan menghiasi layar kaca kita. Tapi, sedih kalo denger kabar artis2 cilik ini setelah menginjak usia remaja justru terjerat narkoba atau hamil diluar nikah. Atau malah ada yang stres, bikin2 sensasi biar diinget terus ma fans-nya..

Kalo uda kaya gini, salah siapa yah? Salah anaknya bermuka lucu dan cerdas? Salah ortunya yang ngijinin anaknya jadi artis? Salah produsernya uda nawarin kesempatan njadiin anak itu sebagai bintang? Ato justru salah pemirsa yang setia menonton sinetron2 yang dibintangi anak tersebut sehingga sinetron or filmya laku keras? Ga tau deh, salah siapa.. Sepertinya semua punya andil dan semua pihak ada benarnya jika dilihat dari sudut pandang masing2.

Pernah nonton film dokumenter yang berjudul “My Kid Could Paint That“, mungkin keluaran sekitar taun 2004-2005? Film in adalah kisah nyata tentang anak kecil yang jenius dalam melukis abstrak. Namanya Marla Olmstead. Anak ini suka sekali melukis dengan cat minyak diatas kanvas ayahnya. Kebetulan ayahnya, Mark Olmstead juga hobi melukis. Ketika lukisan corat coret karya Marla uda jadi, bapaknya terkagum2 melihat bakat anaknya. Menurut Mark, teknik yang digunakan Marla sangat tinggi.. Bapaknya langsung membelikan peralatan lukis khusus untuk Marla. Marla girang banget, anak ini memang cinta banget dengan berbagai warna sehingga hasil lukisannya meriah dan enak dilihat.

Sampe suatu ketika, ada temen Mark maen kerumah dan ngeliat lukisan abstrak Marla. Temennya ini juga terkagum2 dibuatnya, dia menawarkan kepada Mark untuk memajang lukisan Marla di restoran kecil miliknya. Mark setuju, dan berpindahlah beberapa lukisan Marla ke restoran pria tadi.

Ga dinyana2, banyak orang yang suka dengan lukisan Marla dan mereka takjub setelah mengetahui itu adalah goresan tangan dari seorang anak kecil. Gosipnya langsung nyebar seantero kota dan restoran ini jadi laris banget, karena orang penasaran pengen ngeliat langsung buktinya. Bahkan wartawan kota setempat juga datang mempublikasikan. Pemberitaan dengan bumbu2 penyedap bikin kota ini semakin gempar. Ada yang datang berniat membeli lukisan, dan terjuallah lukisan pertama Marla dengan harga $250.

Temen Mark mulai tergiur untuk meraup keuntungan lebih, dia membujuk Mark untuk mengadakan galeri untuk karya2 Marla. Mark langsung setuju, tapi istri Mark, Laura Olmstead, ragu2. Apalagi ada seorang wartawan dari surat kabar yang datang kerumah mereka untuk wawancara, sudah memperingatkan “Apakah kamu yakin, kamu pengen bikin anakmu terkenal? Nanti dia dan keluarga kalian uda ga punya privasi lagi. Aku uda pernah liat akibatnya dan sangat fatal. Kalian harus tau betapa kejamnya pers pada kehidupan seseorang. Anakmu ini masih polos, mumpung masi ada kesempatan mending ga usah di blow-up aja”. Tapi apa daya, gemerlap lampu blitz uda menyilaukan mata Mark dan persiapan galeri Marla tetep jalan terus.

Grand opening galeri Marla terbilang sukses besar. Banyak lukisan Marla yang laku ribuan dollar. Marla & keluarganya mulai ditanggap sana sini, wajah2 mereka muncul di layar kaca dan tabloid selama berminggu2. Jika menghadiri suatu acara, mereka dijemput limosin. Mereka bisa berjalan di red carpet suatu acara malam amal, berjabat tangan dengan artis2 terkenal. Harga lukisan Marla melambung tinggi, mencapai $15.000! Hal yang ga pernah dibayangkan sebelumnya oleh Mark, bahkan dalam mimpi terindahnya sekalipun.

Tapi emang roda itu muter, kadang diatas kadang dibawah. Pohon kelapa makin keatas, makin bergoyang ditiup angin. Ada orang yang ngiri dengan kesuksesan mereka dan menghembuskan kabar tak sedap kalo lukisan Marla selama ini dibuat oleh bapaknya. Waaw, santapan empuk! Infotainment langsung meng-ekspose gosip ini dan mencoba me-ricek dengan keluarga Marla. Mark jelas mbantah dengan tegas, Laura juga. Tapi namanya wartawan infotainment dan paparazzi, paling gigih nyari berita dan foto ter-gress. Mereka terus menerus mengganggu kehidupan keluarga Marla, sampai Marla selalu kecapekan dan malas melukis lagi. Khalayak ramai mulai mempertanyakan kebenaran gosip ini, dan pamor Marla pun mule meredup. Ada juga yang berpendapat, lukisan abstrak itu sangat relatif. Bagus enggaknya tergantung yang ngomenin, dan setelah diamati ternyata lukisan Marla biasa2 aja tuh. “My kid could paint that”, kata orang2. Cuma coret2 aja.. Mark sangat terpukul dengan pemberitaan ini.

Ada orang yang kasian ngeliat keluarga Olmstead, dan menyarankan gimana kalo dirumah mereka dipasangin kamera supaya ngebuktiin kalo Marla memang asli pelukisnya? Mark setuju, tapi ternyata adanya kamera bikin Marla makin ga napsu nyentuh kanvas. Orang2 makin kasak kusuk, menuduh bahwa Mark adalah pembohong besar, mengeksploitasi anaknya. Mark makin terpuruk, Laura uda bilang mending ga usah ditanggepin, ga usah ada interview lagi, ga usah klarifikasi lagi, kasian Marla-nya jadi ga tenang dan ga seceria biasanya. Mark belum nyerah, dia nempuh cara lain dengan memasang kamera tersembunyi. Anehnya, Marla tetap tidak seperti biasa. Tampak di rekaman, Marla mencorat coret dengan asal, ga ada indah2nya blas. Bahkan di beberapa adegan, ayahnya terlihat sering memberi instruksi pada Marla untuk menggunakan warna2 tertentu atau membentuk pola2 yang biasa Marla buat dan Marla terlihat ogah2an bikinnya.

Bisa ditebak, orang2 semakin ga percaya ama Mark. Rekaman ini justru mengukuhkan pemberitaan buruk tentang keluarga Olmstead. Harga lukisan Marla menurun drastis, ga ada lagi orang yang mau ngewawancarain mereka. Tapi Laura yang dari semula ga seneng kalo Marla terkenal, malah justru lega. Dia bahagia, privasi mereka kembali dan dia ga peduli omongan orang lagi. Terserah orang mau bilang apa, Marla melukis karena memang dia cinta melukis bukan karena permintaan orang. Uang yang mereka dapatkan dari penjualan lukisan2 Marla, akan disimpan untuk biaya pendidikan Marla.

Ini mirip banget ma yang aku lagi bahas sekarang, ada beberapa orang tua tergoda untuk menjadikan anak sebagai aset mereka. Aset yang berfungsi sebagai tambang uang dan sumber mata pencaharian. Tanpa mempedulikan masa depan sang bocah, mereka terus meraup keuntungan dari bakat yang diberikan Tuhan untuk anak2 mereka. Tapi sebenarnya, mereka punya pilihan untuk melindungi anak2 mereka seperti Mark Olmstead yang punya pilihan untuk tidak mengeksploitasi Marla terus menerus sehingga Marla kehilangan keceriaannya..

Read more...

Recycle

>> 7 Mei 2010

Cetuk.. cetik.. cetuk.. Tombol2 di keyboard-ku berbunyi pelan, ketika aku menekannya. Tiap kali mau bikin postingan ato bikin cerita, aku menyiksa tuts2 ini supaya mereka mau kerja rodi. Mereka harus mau bantu aku menuangkan isi pikiranku dalam bentuk tulisan. Tapi kali ini baru satu alinea, hmmph.. salah lagi. Bukan ini yang aku maksud. Ngelantur siyy.. Buru2 tombol backspace aku pencet2, menghapus jejak2 kesalahan tulisanku di monitor ini. Penulis amatir ketauan dari kondisi keyboardnya, tombol backspace-nya paling mendhelep (Note : melesak ke dalam). Hwakakak..

Tiba2..hmm.. aku kepikiran, kira2 apa yang terjadi kalo karakter ato cerita yang tadi aku bikin trus aku apus bisa muncul lagi dengan sendirinya ato bahkan hidup di recycle bin yah?.. Khayalan tingkat tinggi. Ga nyangka, ada orang Asia (entah Jepang atau China) yang bikin film horor berjudul “Recycle” yang isinya mirip banget ma khayalan ngawurku tadi. Waktu nonton, aku senyum2 sendiri ngerasa ternyata ada juga orang yang berimajinasi liar seperti aku. Qeqeqe..

Jadi begini ceritanya, ada seorang cewe penulis namanya Dingyan, yang tiba2 terkenal karena salah satu buku karyanya masuk dalam jajaran best seller di AsiaTenggara. Dia ga mau brenti disitu aja.. Prestasinya membuat cewe ini langsung giat mengerjakan proyek tulisan berikutnya, yang kebetulan bertema misteri. Dingyan mengurung diri di apartemennya buat konsentrasi. Karena kecapekan nulis, dia ketiduran. Tiba2 di layar monitornya muncul kata2 yang tadi dia apus. Aku ga ngerti tulisannya apaan, pake bahasa Mandarin siy, ga diterjemahin pula.. Dari tempat sampah, melayang kertas2 lecek yang berisi draft tulisannya, yang sebelumnya uda dibuang ma dia. Kertas2 itu kebuka sendiri, trus jatuh bertebaran di sekitar Dingyan bo2. Hiyy, serem banget.. Dingyan kebangun, kaget ngeliat kertas2 sampah berserakan dan tulisan yang uda diapus bisa nongol lagi. Bergidik bulu kuduknya, DIngyan ngerasa ada yang ga beres. Dia matiin komputer, begitu layarnya jadi item, jedeng! Ada siluet cewe berambut panjang di kaca monitornya. Kyaaa! (ini aku yang tereak, bukan Dingyan). Sumprit kaget banget.. sound effect-nya nyebelin, huffh..

Intinya, Dingyan berhari2 digangguin waktu nulis. Dia ampe bingung kenapa bisa begini, stress ampe mukanya pucet kaya ga ada darah ngalir di pipinya. Sampe suatu hari, Dingyan ketemu dan diajakin makan malem ma mantan pacarnya. Sang mantan ini pengen balik, dia bilang uda cerai ma istrinya jadi sekarang dia bebas bisa pacaran ma Dingyan. Dingyan langsung nolak mentah2. Delapan tahun lalu mereka pacaran diem2. Dingyan uda pernah minta cowo itu ninggalin istrinya dan cowonya uda janji bakal nceraiin istrinya tapi ternyata cowo itu ga bisa karena dia baru tau istrinya lagi hamil. Dingyan nunggu cowo itu tanpa kepastian, bahkan cowo itu ga menghubunginya lagi. Akirnya dia memutuskan untuk ngelupain cowo itu selamanya.. Yaah, nasib jadi Wanita Idaman Lain..

Dingyan langsung pergi ninggalin mantannya, keluar dari restoran itu. Ga disangka2, dia ngeliat gang yang biasa dia lewati berubah, seakan2 itu adalah gang yang sama tapi ada di dimensi lain. Banyak orang2 yang berpakaian lusuh dan bermuka aneh keluar dari rumah2 susun. Dari tingkat atas, ramai2 mereka menjatuhkan diri dari depan pintunya masing2. Dingyan uda ketakutan ngeliat orang2 mati bergeletakan dengan berbagai pose mengerikan di depannya, tapi orang2 itu ternyata bisa hidup lagi dan mereka mendatangi Dingyan. Huwaaa..

Tiba2 ada angin gede yang narik semua orang2 itu, tapi Dingyan bisa bertahan ga ikut ketarik. Lakon kita ini langsung lari ke apartemennya, ternyata disana dia digangguin makhluk gaib lebih parah. Dia lari keluar, mau turun ke bawah pake lift. Di tengah2 perjalanannya menuju basement, pintu lift-nya kebuka tapi ga ada siapa2. Bolak balik dia mencet biar pintu lift-nya nutup, tapi pintunya bandel kebuka lagi kebuka lagi. Dingyan ngecek keluar, takutnya ada orang mencet dari luar tapi koridor di depannya kosong blong. Pas terakir dia mo nutup, tau2 muncul nenek tua ma cucunya. Mereka pengen masuk lift juga. Dingyan membiarkan mereka masuk. Fiuuh, pintunya bisa ketutup juga. Sampe di basement, Dingyan keluar lift. Si cucu ngikutin Dingyan, tapi neneknya manggil2 “Belum Cu, belum nyampe. Masih 1 lantai lagi”. Dingyan bingung, jelas2 uda di basement masih mo turun 1 lantai lagi. Cucunya balik lagi ke dalam lift, pas pintu lift setengah nutup.. Dingyan sempet ngeliat Si Nenek plus cucunya itu turun seolah2 tenggelam ke lantai lift. Hiyaaa, hantuu!!!..

Belum berakir ketakutannya, tiba2 basement-pun berubah jadi dimensi lain. Dijamin, banyak makhluk gaib yang ada disini nggangguin dia. Lelah berlari2 menyelamatkan diri, Dingyan sampai di suatu tempat yang seperti taman hiburan yang tampak terlantar. Lengkap dengan komidi putar, ayunan, bahkan wahana Kora-Kora juga ada. Cuma bedanya ama di Dufan, Kora2 ini ga ada penyangganya. Nggantung di langit, berayun2 makin cepat. Kalo dari bawah ngeliatnya serasa mau kejatuhan bahtera Nabi Nuh.. Dan yang jelas, taman hiburan ini ga ada penghuninya. Tapi ada 1 orang bapak2 lagi baca koran, bapak2 berkacamata yang terlihat normal. Wajahnya ga pucet ato penuh keropeng kaya yang sebelum2nya Dingyan temuin. Buru2 Dingyan nanya ke bapak2 itu, apa yang terjadi disini.. Si Bapak tadi cuma bilang “Kamu ga seharusnya disini, harus cepet balik lagi ke duniamu.”. Dingyan njawab “Gimana cara keluar dari sini? Aku uda lari2 ga tau mau kemana lagi”. Tau2 bumi serasa bergetar, semua wahana di taman hiburan itu berderak2 dan berjatuhan. Dingyan lari lagi, sampe dia jatuh ke tempat asing lainnya. Disini dia ngeliat, tali2 bergantungan di pohon tempat dia jatuh. Orang2 mendekat ke tali2 itu dan melakukan gantung diri massal. Tapi dari atas pohon ada hantu2 yang merayap ndeketin Dingyan, begitu mau ketangkep.. dia ditarik ma anak kecil, naek kuda2an. Huup..Dingyan diselametin ke tempat yang aman.

Singkat cerita, mereka kenalan tapi anak itu ga punya nama. Dingyan menamainya Dingru.. Dingru ngajak Dingyan ketempat si bapak di taman hiburan tadi berada. Mereka masuk ke perpustakaan, dimana buku2 jatuh dari langit2. Di samping buku2 yang menggunung tadi, si bapak itu tampaknya sedang mencatat buku apa saja yang jatuh. Dari keterangan bapak tadi, Dingyan baru tau ternyata dia masuk ke dunia recycle. Tempat dimana sesuatu yang dibuang, dilupakan, ga diharapkan, atau batal dibuat. Jadi, didunia kalo qt buang ato bakar buku masuknya kesini. Nggambar karakter Donal bebek tapi ga sempurna trus akirnya dibuang, masuk kesini juga. Bahkan kalo qt mikir “sesuatu” trus ga jadi, “sesuatu” itu bisa ditemukan disini. Itulah kenapa, semua yang rusak2 ada disini. Karakter hantu2 yang Dingyan buat tapi akirnya diapus, juga hidup di dunia ini.

Yang bikin bingung, kenapa sekarang dia masuk ke dunia recycle? Untuk nyari jawabannya, Dingyan mesti berlari2 lagi bersama Dingru menuju pintu ke dimensi manusia. Banyak hantu yang ngalangin mereka, Dingyan juga harus ngelewatin ruangan janin, yang berisi janin2 hasil aborsi. Ada yang uda bentuk bayi, ada yang masih menggumpal2. Kondisi mereka kebanyakan cacat. Semuanya kaya nempel di selaput2 lendir, menjerit2 dan menggapai2 Dingyan. Dingru cerita janin2 itu bisa tumbuh besar dan hidup di dunia ini. Bahkan, Dingru adalah salah satunya, dan dia sekarang uda berusia 8 tahun.

Mendekati tujuan akhir, Dingyan masih harus ngelewatin makam2 penuh hantu. Hantu2 ini harus masuk ke recycle karena mereka telah dilupakan oleh keluarga dan kerabatnya. Makam2 mereka sudah tidak pernah dikunjungi dan tidak ada satupun orang yang ingat untuk mendoakan mereka. Setelah berhasil melaluinya, Dingru baru ngaku kalo selama ini dia yang minta Dingyan dibawa ke dunia ini. Dingru marah dan pengen nanya, kenapa dulu Dingyan mbuang Dingru? Ternyata, Dingru berasal dari janin yang telah diaborsi Dingyan 8 taun lalu. Buah hasil hubungan terlarangnya dengan sang mantan yang brengsek tadi. Huhuu.., jadi sedih..

Dingyan nangis2, minta maaf ma Dingru. Karena Dingru sayang banget ma Dingyan, dia maafin ibunya. Bapak2 yang dari tadi nolongin Dingyan, adalah kakek Dingru yang sudah lama meninggal. Karena di dimensi lain, Dingyan jadi ga bisa ngenalin bapaknya sendiri. Akirnya, dia bisa balik lagi ke kamar di apartemennya yang aman. Pas dia mbuka pintu, dia kaget banget ngeliat dirinya sendiri lagi ngetik depan komputer. Loh, kok kembar? Dingyan kedua juga ga kalah kaget, mereka2 berpandang2an dan.. TAMAT. Hehe.. Kayanya karakter Dingyan yang masuk ke recycle tadi adalah karakter bikinan Dingyan asli yang hidup di dunia manusia. Nah lho! Bingung ga tuh?..

Ceritanya njlimet dan mungkin buat orang lain ga menarik, film ini juga irit pemain, irit kostum. Dari pertama ampe akhir kayanya Dingyan pake bajunya itu2 aja. Alur ceritanya agak lambat.. tapi di film ini ada yang paling kukagumi yaitu sinematografi dan animasinya yang sangat memperhatikan detail. Bagus banget gambarnya.. orang Indonesia kayanya belum bisa bikin yang beginian. Moga2 aja, sineas2 qt segera nyusul bikin film horor dengan ide baru dan teknik animasi yang tinggi, jadi ga sekedar ngejual cerita tentang cewe2 sexy yang terbuka auratnya, ngejerit2 digangguin ma pocong..

Read more...

Aji Mumpung

>> 25 April 2010

Setelah baca buku “Eat, Pray, Love” karya Elizabeth Gilbert, ada sesuatu yang menggelitik otakku buat mikir tentang karakter manusia. Uda lama siy aku ngeliat di acara Oprah yang ngupas tuntas buku ini cuma baru sekarang beli bukunya. “Eat, Pray, Love” laku keras sampe ada produser melirik kisahnya untuk dijadikan film layar lebar yang berjudul sama. Pemeran utamanya Julia Roberts, bahkan salah satu tempat syutingnya berlokasi di Bali. Wah.. penasaran nii..

Sekilas resensinya begini.. Elizabeth si pengarang alias Liz yang notabene wanita kebangsaan Amerika, memutuskan untuk menempuh perjalanan selama satu tahun ke tiga negara (yang semuanya kebetulan berawalan dengan huruf I), dengan harapan memperbaiki kualitas hidupnya dari segi fisik dan mental, yang sebelumnya hancur karena perceraian. Yaitu ke negara Italia, India, Indonesia.

Di Italia, dia mencoba berbagai wisata kuliner sampai bobotnya naik gila2an dan mempelajari bahasa Italia yang menurut Liz adalah bahasa terindah di dunia. Sementara di India, dia mencoba memperdalam sisi spiritual dengan mengikuti berbagai meditasi di sebuah perguruan. Dan akhirnya di Indonesia, dia menemukan tujuan hidupnya tentang bagaimana membangun hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat. Bahkan, disini dia menemukan cintanya kembali.

Kisahnya di tiap negara lumayan menarik, bahkan Oprah sangat tertarik dengan pengalaman2 spiritual yang dialami Liz. Kalo ga salah inget Oprah nanya, “Gimana rasanya komunikasi dengan Tuhan? Bagaimana kamu tau kamu ga gila, denger suara2 di kepalamu?”. Maklumlah, banyak juga orang Amrik yang atheis.

Tapi, buat aku justru yang paling menarik perhatianku adalah cerita sewaktu Liz di Indonesia dan tinggal di Bali selama kurang lebih 4 bulan. Disini dia mempelajari tatanan kehidupan bermasyarakat di Bali yang sangat teratur dan terikat dengan adat. Sampe suatu ketika, dia kenalan ma perempuan bernama Wayan Nuriyasih, seorang penyembuh alias ahli pengobatan alternatif secara herbal. Wayan punya anak berusia 8 tahun namanya Tutti. Wayan bercerai dengan suaminya. Fyi, suaminya tukang mabok, hobi berjudi dan suka mukulin Wayan. Untuk mendapatkan Tutti kembali, Wayan harus menyewa seorang pengacara dan harus membayar dengan semua yang dia miliki sehingga Wayan benar2 bangkrut. Wayan, seorang wanita tegar harus bertahan hidup dengan membuka toko kecil yang disebutnya sebagai “Pusat Penyembuhan Tradisional Bali”. Bangunan toko ini ga permanen, setiap kali sewa kontrakannya habis mereka harus berjuang mencari tempat baru lagi. Penderitaan Wayan terus berlanjut karena di Bali yang kekeluargaannya sangat tinggi, sulit untuk menerima wacana tentang “janda”. Mereka kerap dianggap aib keluarga, bahkan sering juga dikeluarkan dari lingkaran keluarga.

Sosok Tutti cerdas dan ramah, sangat mendambakan sebuah rumah tinggal yang permanen, ditambah dengan kisah hidup Wayan yang tragis merupakan ramuan tepat yang bisa menggetarkan hati Liz Gilbert sehingga dia merasa perlu berbuat sesuatu.

Liz mulai menggalang dana melalui internet. Dia menceritakan kisah Wayan dan Tutti ke teman2nya di seluruh dunia via e-mail dan betapa Liz ingin sekali mewujudkan rumah yang nyaman buat mereka berdua. Teman2nya tersentuh dengan cerita ini dan dana pun mulai mengalir. Ga disangka2, e-mail ini terus di-forward sampai ada sekumpulan orang2 yang tidak Liz kenal ikut menyumbang. Terkumpullah uang sebesar $18.000 untuk membeli rumah bagi Wayan Nuriyasih. Taruhlah, kaliin ama 10 ribu rupiah.. sekitar Rp. 180.000.000,-. Weew, jumlah yang ga main2. Buat beli krupuk, dapet segunung tuh…

Lucunya, di buku ini diceritain si Wayan yang kesenengan dapet duit segambreng ga buru2 beli rumah. Dia punya segudang alesan kenapa di Bali ga bisa sembarangan beli rumah. Pertama dia harus nanya ma orang pinter dulu, belum lagi kebanyakan tanah milik orang2 Bali adalah milik keluarga, diwariskan secara turun-temurun jadi mereka sangat sulit menjual ke orang lain. Kalau dijual pun, harganya selangit.

Liz kelimpungan, uda hampir deadline-nya dia harus balik ke Amerika. Dia malu ntar kalo temen2nya nanyain si Wayan uda beli rumah idamannya ato belum? Di Bali, Liz punya pacar namanya Felipe. Felipe ngingetin Liz harus terus mendesak Wayan, bahkan mereka berdua nyariin rumah2 yang dijual untuk referensi tapi Wayan tetep kekeuh dengan sejuta alesan.. Akirnya, Liz ngerasa Wayan nipu dia. Emang bener Wayan butuh rumah, tapi ngeliat duit $18.000 di rekeningnya, yang mungkin ga pernah dia liat sebanyak itu dalam hidupnya, sifat rakusnya keluar. Itu sebabnya, dia nunda2 buat nyari rumah. Mungkin dia pikir, “Ntar kalo Liz uda pulang jauh ke sono, aku bisa ngontrak rumah aja. Sisanya kan lumayan bisa buat beli gincu, bedak, obat anti keriput, dsb.” Hihihi..

Liz jadi sebel ma Wayan, tapi dalam hatinya dia tau Wayan orang baik. Cuma lagi kegoda imannya. Akirnya Liz memutuskan untuk ngeboongin Wayan. Liz bilang kalo sampe dia pulang, Wayan masih belum beli rumah..temen2 Wayan mau narik duit di rekening Wayan lagi. Mereka akan nganggep Wayan ngibul.. “bullsh**”. Denger kata "bull" ini, Wayan tersinggung tapi juga gelagepan karena dia ga mau duitnya diambil lagi. Malemnya, Wayan nelpon ke Liz katanya uda beli rumah, dia dapet wangsit katanya rumah itu bagus dan harga rumahnya juga terjangkau. Aha! Kenapa ga dari kemaren2 yah?

Ini lho sifat manusia, sukanya aji mumpung. Ga semua aji mumpung itu negatif, tapi disini aku ngomongin yang seneng manfaatin situasi demi kepentingan diri sendiri. Buat Wayan mumpung Liz baik, mumpung duit banyak, mumpung.. mumpung..

Entah nyambung, entah gak tapi sehari2 aku juga sering ngeliat praktek aji mumpung ini dimana2. Wakil rakyat minta mobil mewah. Mumpung jadi pejabat, katanya.. Tadinya bintang pilem, tiba2 jadi penyanyi padahal suaranya pas2an. Mumpung laku, katanya.. Temen hobi ngutang ga dibalik2in. Mumpung baek yang minjemin, katanya..

Ga usah jauh2 deh. Tukang bakso aja juga aji mumpung. Ada tuh deket rumah, yang jual bakso enak banget. Baksonya terkenal gede dan daging sapinya kerasa. Ibarat Yoichi, si Anak Cita Rasa.. kalo qt maem tuh bakso, langsung serasa berada di padang rumput merumput bareng sapi2nya. Lebaaay.. Wekekek.. Aku ma suami doyan banget. Tapi, terakir aku kesana aku jadi illfeel karena sekarang bulatan baksonya mengecil setengahnya, rasanya juga uda ga nendang lagi. Kebanyakan tepung.. Mumpung banyak pelanggan, mendingan cari untung sebanyak2nya. Baksonya dikecilin, dagingnya dikurangin. Pelanggan kecewa, huuuu…

Jadi inget dulu nenekku pernah cerita, di Magelang (tempat nenekku tinggal) ada orang Tionghoa yang bikin lapis legit enaaaak buangeth. Terkenal sejak jaman nenekku masih muda. Ampe nenekku usia 80-an pun, keturunan dari si pembuat lapis legit tadi tetep mempertahankan resep leluhurnya. Ga ada satupun bahan yang dikurangi, ga ada metode yang diubah (kecuali mungkin alat2nya lebih modern), Dari yang jaman dulu mungkin satu kotak lapis legit cuma beberapa ratus rupiah seiring dengan perkembangan harga2 sembako, harganya melambung jadi seratus ribu lebih. Tapi enaknya tetep sama persis dengan 60 tahun yang lalu. Sehingga semua pelanggannya tetep setia berpuluh2 tahun. Mungkin itu sebabnya, banyak orang keturunan Tionghoa yang berhasil dalam bisnis. Mungkin juga, buat sebagian dari mereka yang terpenting adalah menjaga kualitas. Karena mereka2 yang berhasil ini tau, berbisnis ato apapun yang dilakukan dengan basis aji mumpung ga bakal bertahan lama.

Read more...

Women Rules!

>> 4 Desember 2009

Qt ga pernah tau kekuatan besar yang tersimpan di dalam tubuh wanita.. Ketika dalam kondisi stres, biasanya wanita cenderung menangis dan menutup diri tapi ada beberapa wanita yang keliatan lemah justru dalam kondisi tertekan melepaskan monster yang ada dalam dirinya.

Pernah liat film ”P-5” ato “While She Was Out”? Kedua film thriller ini mewakili apa yang barusan aku omongin. Meskipun karakter cewek utamanya beda banget tapi mereka berdua bisa bertahan hidup dari situasi yang mengerikan.

P-5

Judulnya aja uda aneh, tau ga artinya apa? P-5 itu nama tempat parkir di lantai 5 di gedung bertingkat. Benernya film ini ngirit banget se-irit judulnya, karena setting-nya cuma seputar2 parkiran di gedung itu. Film ini kayanya lumayan baru, tapi aku ga tau taun berapa. Yang maen juga ga terkenal2 amat, jadi aku lupa nama lakonnya (apa aku aja yang ga gaul yah ? hehehe..). Maap kalo aku emang susah banget ngapal detail taun dan nama pemain.. Oia, aku nonton ini juga uda sebulan lebih jadi kalo ada detail cerita yang salah2 dikit, harap maklum yaa.. Dah pikun. Yang pasti jalan cerita utamanya aku ga lupa.

Alkisah di suatu malam Natal, di sebuah gedung perkantoran ada cewek yang nglembur sampe malem tapi dia uda siap2 mau pesta Natal di rumahnya jadi dia uda siap dengan kostum dan hadiah2 buat keponakan2nya. Begitu dia kelar, cuma ada 1 resepsionis di lobby namanya Karl (Percaya ga ? ini satu2nya nama yang bisa aku inget di film ini, hihihihi..) ma 1 orang satpam aja. Dia ke parkiran di lantai 5, tempat mobilnya diparkir. Ga taunya mobilnya mogok, dia mau manggil taksi lapor ke satpam minta dibukain pintu ke lobby karena ID card-nya ga bisa dipake. Satpamnya sok baek, nawarin benerin mobilnya tapi tetep aja mobilnya ga mau nyala. Dia akirnya ke lobby, nyari Karl yang uda ngilang. Buru2 dia nelpon taksi. Karena malam Natal, taksinya ga dateng2 ampe dia ketiduran. Batere HP-nya lowbat pula. Pas dia bangun, taksinya uda nunggu di depan nglakson2. Cewek itu langsung menuju ke pintu keluar, ga taunya dikunci. Yang pegang kuncinya si Karl. Dari kaca dia nyuruh taksinya nunggu, dia kembali keatas lagi tempat si satpam minta dibukain pintu depan. Tapi satpamnya ga ada, dia balik ke lobby lagi taksinya juga uda lenyap, nunggu kelamaan. Marah2lah dia, balik lagi ke P-5 nyari si satpam tau2 dia dipukul ampe pingsan.

Bangun2 uda di ruangan si satpam, sebut saja namanya S (kepanjangan dari Si Satpam) ternyata selama ini si satpam naksir, diem2 ngamatin cewek ini. Selanjutnya qt sebut cewek ini Puspa (biasanya nama2 cewek di kisah Oh..Mama..Oh..Papa kan nama2 kembang. Xixixi..). S suka ngawasin dari kamera CCTV, mule Puspa keluar ruangan, naik turun lift ampe ke parkiran. S apal banget gerak-gerik Puspa, saking naksirnya dia nunggu kesempatan ini uda lama. Dia ngerasa kesepian di malam Natal, S mau Puspa nemenin dia. Puspa diiket ke kursi, kakinya dirante, bajunya diganti pake gaun seksi. Bahkan S uda nyiapin candle light dinner buat Puspa. Puspa langsung kaget, nangis2 minta dilepasin. Dasar psikopat, S malah nyanyi2. Waktu S ga ngliat, Puspa buru2 mau ngelepasin diri, tapi tiap dia bergerak ada anjing herder piaraan S yang super galak langsung kalap.

Singkat cerita, Puspa diajak S keluar sambil diborgol, naik mobil S dalam rangka mau mbunuh temen Puspa yang suka nggodain Puspa di lift (sebelumnya uda disekap ma S). Si T (kepanjangan dari Temen Puspa) uda diiket ke kursi ditaro di parkiran lantai 3 ato 4. Setelah ditakut2in, akirnya T beneran ditabrak pake mobil ampe meninggal. Puspa nangis2 tapi bisa ngelepasin diri. S langsung nyari Puspa pake herder-nya. Petak-umpet ini berlangsung hampir 1 jam, menegangkan tapi Puspa bisa tetep bertahan walopun sampe berdarah2 luka disana sini. Terakir2nya, Puspa bisa nyuri ID card, dia naik ke lift tapi lift-nya ditahan ma S ga bisa naik ga bisa turun. Puspa nahan lift biar ga bisa kebuka, S mbanjirin lift pake aer biar Puspa mau keluar. Uda hampir tenggelam, Puspa nyerah buka lift, langsung kebawa arus. Ga taunya dari atap lift , jatuh juga si Karl yang malang, meninggal dibunuh ma S. Tenang aja, Puspa belum ketangkep kok, soalnya S tadi nahan lift dari ruangannya di P-5. Kejar2an terjadi lagi tapi kali ini Puspa ngancurin semua kamera CCTV di parkiran biar S ga tau dia dimana.

Puspa lari ke ruangan tempat penyimpanan kunci valet parking mau ngambil kunci mobil yang bisa dipake. Dia dikejar sampe sini tapi dia nyemprot S pake semacam cairan pembersih. Langsung kabur ke parkiran nyalain alarm nyari mobil yang dia pegang kuncinya. Setelah ketemu, Puspa dikejar ma herder. Dia bunuh herder itu pake besi yang ditemuin di mobil. Puspa coba nyetir mobil dengan tangan masih diborgol, ternyata bisa! S ga buang2 waktu ngambil mobilnya. Mereka adep2an, Puspa langsung tancap gas menuju ke S. S juga si, tapi dikirain Puspa nggertak doang. Setelah hampir tabrakan, S langsung minggir. Puspa cepet2 kabur tapi mobilnya nabrak tiang. Puspa pura2 mati. Oia, sebelumya dia uda ngambil remote buat mbuka pager parkiran ma kunci borgol dari kantor S. Waktu S mendekat, dia borgol si S. Begitu keluar mobil, dia nyadar ada bensin dari mobil tadi yang bocor, Puspa langsung mbakar S idup2 di mobil. Finally, dia bisa keluar gedung sambil terseok2 diiringi hujan salju. Fiuuh, tegang ga seeh? Hehehe…

While She Was Out

Nah, kalo film jadul yang ini jagoannya Kim Bassinger. Dia jadi ibu rumah tangga yang sering dipukul ma suaminya, namanya Della Myers (OMG! Aku inget nama tokohnya!! Keajaiban dunia). Bukannya mau pilih kasih tapi menurutku ceritanya ga begitu menarik jadi aku singkat aja..

Alkisah di suatu malam Natal juga (kayanya kalo malem Natal cewe2 jangan pada keliaran deh, hehe..) suami Della balik rumah, capek kerja ngeliat rumah berantakan Della dibentak2 hampir dipukul. Della langsung pergi, alesan nyari kertas kado buat kado Natal anak2nya (ada 2, si Kakak dan si Adek). Jalanan ke mall macet gila, sussssah banget cari parkiran. Abis Della bisa parkir dia ngeliat di belakangnya ada mobil parkir jorok, parkirnya ga rapi sampe makan 2 slot parkir. Della sebel banget, dia nulis pesen di kertas isinya: Jangan parkir jorok! (Apa tuh basa Inggrisnya? He2) diselipin di wiper mobil tadi. Selesai belanja, yang punya mobil dah balik ternyata 4 orang anak berandalan. Mereka ngalang2in mobil Della keluar, Della bete ngajak adu mulut. Dilerai ma polisi, polisinya malah ditembak ma dedengkotnya. Tiga orang temennya pada syok. Della takut, langsung ngaciiiir..

Adegan berikutnya, bisa ditebak.. Della dikejar2 tapi anehnya ga ketangkep2. Mungkin dulu Della pernah ngelmu ilmu belut yah.. Satu persatu 4 orang tadi malah mati pas lagi ngejar, yang satu jatuh dari lobang lantai kayu, yang satu digetok palanya ma Della pake kunci Inggris, yang satu ditembak, satunya lagi lupa kenapa.. Banyak adegan yang terlalu dipaksain sampe yang ngejar2 semuanya menemui malaikat maut, makanya aku bilang buat aku aga ga menarik. Della balik kerumah dengan pakaian compang camping, suaminya tetep marah2 sambil mabuk malah bilang kamu bawain aku apa ?. Della uda sebel, dia ndeketin suaminya trus… eng..ing..eng.. Apa hayooo ? Della nodongin pistol yang dia rebut dari dedengkot berandalan tadi ke suaminya. Abis itu gelap semua, ga keliatan apa2 alias Tamat..

Perempuan selalu dicap makhluk yang lembut, lemah gemulai, menye2 tapi setelah ngeliat film2 dengan tema gini kayanya ngeri juga ya kalo mbayangin monster yang bisa keluar dari diri seorang perempuan. I wonder what kind of monster that lives inside of me? Hmmm.. let me think.. Aha! absolutely,definitely..It's the pretty monster!.. Bwahahaha…

See.. Don’t mess with us boys!

Read more...

2012

Sepulang dari dinas keluar kota, suamiku tercinta ngajak nonton film 2012, susah banget dapet tiketnya..ampe yang midnite juga bablas. Semakin susah justru makin penasaran, mestinya bagus doong.. Kalo ga, ga mungkin orang rela ngantri demi nonton film ini..

Alhamdulillah, akirnya qt bisa dapet tiketnya.. Itu setelah browsing mana aja bioskop yang muter 2012 ama ngecek jamnya. Karena suamiku lagi diluar rumah, sedangkan aku masih di rumah.. qt janjian nge-date di bioskop di salah satu mall. Qt ketemu jam 4an, ternyata ampe sana dari jam 5 ampe midnite uda ludes. Terpaksa nyari tiket di bioskop deket situ radius 1 km deh, dapet yang jam 19.45 (Thank God!!). Qt balik lagi ke mall sebelah buat mbunuh waktu sekitar…. 4 jam lagi. Hehe.. Pegel bodo amat, yang penting jadi nonton. Cihuyyy..

Film ini ngangkat tema hari kiamat.. Mungkin karena manusia itu pada dasarnya semua percaya bahwa suatu hari qt bakal kembali menghadap sang Pencipta, makanya tema2 kaya gini bener2 dinanti2. Contohnya The Independence Day ma The Day After Tomorrow jadi box office di berbagai negara (yang bikin juga sama, si Roland Emmerich, spesialis pembuat film kiamat dan bencana).

Diawali dengan cerita tentang bangsa Maya jaman dulu.. Mereka uda bisa ngramalin bahwa bumi akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012 (kok ga 20 Desember ya? Kan 20-12?). Ga tau itung2annya gimana, mereka bahkan punya numerology chart buat ngitung kapan terjadinya the doom's day.. makanya mereka melakukan bunuh diri massal. Mungkin mereka dapet wangsit or bisikan dari paranormalnya mereka..

Di film ini digambarin taun 2009-2012 uda ada tanda2 bumi mulai rusak. Kerak bumi mulai merekah dimana2, gempa terjadi berkali2 di berbagai belahan dunia..Karena yang bikin orang Amerika jadi fokusnya di Amerika. Dari taun 2009, ada ilmuwan di India yang mulai nyadar bahwa ini tanda2 kiamat. Dia ngontak temennya di Amerika, Dr. Adrian Helmsley (ahli geologi) buat ngecek langsung ke India karena ada peningkatan suhu yang ekstrim di perut bumi. Dan ternyata ini ga cuma kejadian di India aja, tapi juga di negara2 lain. Hal ini disampein ke Presiden AS yang langsung ngontak presiden2 negara lain buat nyari solusi bersama. Diputuskanlah, kalo emang mau kiamat ya que sera sera (yang terjadi terjadilah) tapi mereka mau nyelamatin spesies manusia ala Nabi Nuh, jadi mereka bikin bahtera yang gede banget (kalo ga salah 6 buah) buat nampung orang2 terpilih dan hewan2 terpilih.

Nah, masalahnya seluruh penduduk bumi ga bakal muat dijejelin di kapal gede tadi.So, tim pembuat kapal menjalankan misi diam2 biar manusia ga pada heboh, mereka takut bakal terjadi chaos dan anarkisme kalo manusia tau apa yang bakal terjadi. Yang mulai mengendus ada yang ga beres, buru2 dibunuhin biar ga pada ember.hehehe.. Kapal ini dibuat di China (or Tibet ya? Sori, lupa..) biayanya mahal banget, jadi mereka mule jual tiket ke kepala2 negara. 1 orang 1 milyar Euro!, ga heran kalo yang bisa daftar cuma negara2 kaya, ga ada adegan Presiden SBY ditelpon ditawarin tiket ma mereka.. Aku bilang ma suamiku kalo tiketnya aja mahal kaya gitu, orang Indonesia dijamin punah. Siapa orang Indonesia yang sanggup bayar kalo segitu? kaliin aja ma kurs Euro ke rupiah sekarang, angka nol-nya kebanyakan..ke laut aja deh. Bye2 Indonesian people. I love you full..

Singkat cerita, tahun 2012 ternyata kiamat terjadi lebih cepat dari yang mereka duga,. Efek dan animasinya kereeen, perlu diacungin 4 jempol, bikin qt bisa ngebayangin seremnya kalo bener2 terjadi.. Aku ampe merinding ngeliat gempa dimana2 , bumi ambles, gunung meletus, kebakaran, gedung2 luluh lantak, manusia uda kaya semut kelempar sana sini, kapal2 tenggelam, tsunami nyapu daratan. Astaghfirullah, jadi inget dosa2.. Betapa kecilnya qt di mata Allah SWT..

Back to the story, lakonnya si Jackson Curtis (Jon Cuszack) bisa nyelamatin keluarganya sampe ke bahtera tadi. Karena lebih cepat dari perkiraan, bahtera yang bisa dipake cuma 3 biji. Orang2 rebutan masuk ke dalem, kebayang deh paniknya kaya apa. Qt ngantri di busway aja suka dorong2an, apalagi ini uda masalah hidup mati.. egoisnya keliatan semua. Ya intinya.. begitu dah pada masuk, bumi dah ancur2an, tsunami menghantam bahtera ini. Mereka keombang-ambing sampe ke gunung Everest (semua lempengan dunia berubah, misal yang tadinya di Kutub Utara bisa aja pindah ke Indonesia). Tapi akirnya mereka selamet, biasalah film khas Amerika selalu ada cerita heroiknya jarang ada cerita lakonnya mati semua. Padahal kalo dipikir logis, ini kiamat gitu loh. Mana mungkin ada yang masi idup? Hehehe.. Finally, mereka2 yang selamet ini yang bisa meneruskan spesies manusia di muka bumi ini..and they live happily ever after..

Aku baca di Kaskus, Roland Emmerich yang sering bikin film kiamat banyak nggambarin bangunan2 bersejarah dan simbol2 agama yang hancur. Di film 2012 aja, ada adegan Kubah Besar Basilika Santo Petrus retak2 akirnya runtuh, Patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro juga patah dan remuk. Gedung Putih hancur dihantam kapal waktu ada gelombang tsunami yang ngebawa kapal itu.. Tapi waktu di-interview Roland ditanya, kenapa ga bikin Ka’bah simbol umat Islam hancur? Ternyata, dia bilang pengen sih tapi dia takut kena fatwa umat Islam karena dulu pernah ada kasus penulis Inggris Salman Rusdhie kena fatwa hukuman mati akibat hujatan ke umat Islam dalam bukunya :”The Satanic Verses” tahun 1989. Hasilnya, penulis kelairan India ini terpaksa sembunyi sampai tahun ‘90an.

Yang aku bingung, fenomena 2012 ini uda menjalar kemana2. Karena kebetulan Nostradamus, peramal jaman dulu yang populer dengan ketepatan ramalannya (terbukti setelah beberapa ratus taun dia meninggal sih), juga pernah bikin catatan kejadian hari akhir terjadi tahun 2012. Orang2 pada ketakutan, infotainment pada mbahas, artis2 angkat bicara, jadi banyak yang percaya kalo hari akhir emang terjadi di taun segitu.. Bahkan katanya ni film ini sengaja dibikin taun sekarang bukannya ntar taun 2012 karena yang bikin takut kuwalat beneran kiamat. Sebenernya kenapa si pada takut 2012? Kok ga pada takut kalo besok ato minggu depan kiamatnya? Kenapa mesti percaya ma bangsa Maya ato Nostradamus? Ada bagusnya juga sih, orang2 jadi inget mati en tobat. Tapi apa ga salah tuh kalo percaya ramalan? Bukannya uda ada di Al-Qur’an kalo hanya Allah yang tahu kapan terjadinya hari kiamat. Bahkan malaikat aja ga tau.. Yuk, qt sama2 bertobat untuk kesalahan dari kita lahir sampai detik yang baru aja lewat, qt harus berbuat yang terbaik hari ini, karena siapa tau belum kiamat qt uda mati duluan, who knows?

Read more...

Tourette

Aku abis nonton film “Front of Class” di TV, film lama si mungkin keluaran sekitar thn 2005-2006. Ga nyangka film jadul kaya gitu bisa bikin aku nangis bombay..

Ceritanya tentang cowok yang punya penyakit sindrom Tourette, untuk kalian yg belum tau sindrom ini semacam kelainan gangguan syaraf di otak yang bikin penderitanya melakukan gerakan2 yang ga kekontrol, kaya kedutan di mata or wajah, nggelengin leher, garuk2, mbunyi2iin gigi terus2an, batuk2, ato mengeluarkan bunyi aneh kaya bunyi bebek ato kaya anjing menyalak, bahkan ada yg sampai terus2an ngeluarin sumpah serapah ato kata jorok (ada istilah kedokteran khusus buat ini tapi aku lupa). Jadi ini semua ga kekontrol, ga bisa brenti, mereka melakukan berulang ulang ulang ulang tiap beberapa detik sepanjang hidup mereka. Semakin mereka gugup, frekuensinya jadi makin sering.Dari film tadi, katanya si belum ada obatnya, ga tau kalo sekarang yah..Moga2 dokter2 or psikiater sekarang uda ada yg bisa nemuin.

Kira-kira kalian mau ga kalo tuker tempat sama mereka? Mereka sering dikucilin, diusir dari tempat2 umum, kaya restoran, bioskop, tempat golf (kebetulan di filmnya orgnya lumayan kaya, jd bisa golf. Hehe..). Yang suka party2 n kongkow2, dijamin ga bakal mau tuker mungkin mending dilairin jadi Pat Kay (tokoh babi di cerita Sun Go Kong yang sering banget reinkarnasi ke bumi karena pernah bikin salah di kahyangan) daripada harus njalanin kehidupan menyedihkan kaya gitu. Bahkan mau ujian aja mereka juga sering dikeluarin dari kelas karena dianggap ngganggu konsentrasi peserta lain. Tapi, yang bikin film ini hebat banget deh, si cowok lakonnya namanya Brad Cohen, diceritain dari kecil dia ga pernah mau nyerah ma penyakitnya ini. Ibunya kekeuh masukin dia ke sekolah biasa, seperti yang kalian duga dia diejekin ma temen sekolahnya tapi kepala sekolahnya ngajarin dia biar tetep PD karena kalo dia uda bisa nerima kekurangan dia sendiri, orang lain juga akan nerima dan menganggap itu hal biasa.

Si Brad orangnya keras kepala, pengen banget jadi guru SD. Dia gigih nglamar macem2 sekolah SD, selalu gagal di tahap interview. Ya iyyalah, yang ngewawancara langsung ngerasa keganggu begitu dia ngomong “Iya Pak, ck..ck..kwak..kwak.. Saya seneng sekali Bapak manggil ck..ck..kwak..kwak.. saya.. Tolong Bapak ck..ck..kwak..kwak..kasih kesempatan buat ck..ck..kwak..kwak..saya..”. Pewawancara langsung bingung orang kaya gini, pengen jadi guru? “Gimana anda mau ngajar kalo anda aja cacat, gagap kaya gini?”. Waktu pertama2 gagal, Brad masih semangat ‘45. Tapi setelah sekolah kesekian nolak dia dengan alasan yang sama, Brad down banget, dia ampe nangis di mobilnya. Bahkan nangis pun dia ga bisa lakuin dengan sempurna..makin dia nangis makin dia kesedak gara2 ck..ck..kwak..kwak-nya.

Tuhan itu adil, karena Tuhan memberi Brad keluarga yang luar biasa. Ibu bapaknya selalu nyemangatin dia, adek cowoknya selalu siap ngajak berantem sapa aja yang ngejek kakaknya.. belum lagi keluarga besarnya, yang ga pernah nganggep kekurangan Brad itu masalah, temen sekamarnya juga malah sering nyomblangin dia biar Brad cepet dapet pacar. Mungkin ini obat yang paling manjur buat penderita Tourette, dukungan dan kasih sayang dari orang2 terdekatnya, mereka butuh orang yang nerima mereka apa adanya..

Karena dukungan ini, Brad ga nyerah.. Brad coba lagi ngelamar berpuluh2 sekolah. Dia mikir “Bukan aku yang salah, aku cuma belum nemu sekolah yang tepat. Itu aja..” Akirnya ada juga yang manggil dia buat interview lagi, kepala sekolahnya baik banget, ngeliat Brad sebagai pribadi utuh bukan cuma kulit luarnya aja. Benernya Brad orgnya humoris, suka bikin org ketawa. Kepala sekolah sampai cekikikan 2 jam denger banyolan si Brad. Setelah ketemu guru2 lain, mereka mutusin kasi kesempatan ke Brad. Amazing, Brad diterima jadi guru SD!! Ibunya ampe nangis terharu biru dikabarin Brad lewat telpon.

Singkat cerita, akirnya Brad mule hari pertamanya ngajar. Dia uda nyiapin berbagai alat bantu kaya gambar lucu2, foto masing2 murid ditempel di kelas, kelinci idup buat peliharaan kelas, ampe outfit dia buat ngajar kaya topi bajak laut, mahkota2an, dsb. Anak2 pertamanya bilang dia aneh, wierdo tapi Brad terima dengan lapang dada. Dia malah buka sesi pertanyaan tentang sindrom Tourette, hampir semua anak nanya dan dijawab dengan memuaskan oleh Brad. Akirnya, anak2 bisa ngerti kalo penyakit ini bukan keinginan Pak Guru Brad, sama aja kalo qt kena sakit flu, cacar, ato kanker.. Seandainya semua orang dewasa pikirannya bisa sesimpel anak2, mungkin penderita Tourette ga perlu malu lagi keluar rumah. Brad gampang banget mencuri perhatian anak2, semuanya seneng diajar ma dia. Ampe mereka semangat tiap hari ke sekolah.. Mereka juga diajak Brad jalan2 keluar sekolah buat nambah pengetahuan. Tapi emang ada juga si orang tua yang minta pindahin anaknya ke kelas lain, karena pengen anaknya belajar “normal” diajar guru yang “normal” pula. Brad ga peduli, the show must go on..

Brad makin PD, dia ikut program mak comblang di internet. Ketemulah ma Nancy, cantik dan bisa ngobrol asik ma Brad tanpa terganggu ma ck..ck..kwak..kwak-nya. Nancy bisa ngeliat inner handsome-nya Brad. Yang lucu waktu mereka mule pacaran, di deket kolam mereka mau ciuman. Uda deket banget bibirnya, tau2 KWAAK..!! Ketawalah mereka berdua ga brenti2, Brad langsung cinta mati ma Nancy..

Ga nyangka usaha Brad dihargain oleh sekolah, kebetulan ada tim penilai yang nyurvei ke sekolah2. Ngliat sistem ngajar Brad yang bikin muridnya aktif dan pinter, dia dinobatin jadi guru terbaik di kotanya.. Di pidatonya, Brad bilang paling berterimakasih ama Tourette-nya karena Tourette ngajarin dia buat belajar nerima keadaan, belajar nglanjutin hidup, dan belajar ga pernah nyerah. Kayanya nasib bagus ga brenti disitu, Brad akirnya bisa nyelesein S-2, nglamar Nancy dan mereka merit taun 2006.

Kalian harus nonton deh, karena yang bikin nangis itu justru dialog2nya.. Maafin aku ga bisa nggambarin kata2nya.. Aku cuma pengen sharing kalo benernya orang cacat juga pasti punya banyak kelebihan, mungkin selama ini qt terlalu naïf mandang dunia cuma dari lapisan terluarnya aja, qt ga pernah tau banyak emas, intan, berlian yang ada di dalamnya kecuali qt mau menggali lebih dalam.. And u know what? Cerita tadi based on true story, Brad Cohen emang tokoh nyata dan hidup di Atlanta, Amerika sampe sekarang..

Read more...

Posting Ter-Gress

Komentar Ter-Gress

Kategori

binatang (3) ga penting (15) imajinasi (4) lucu2-an (6) renungan (14) resensi (6) tegang (2) tips (4)

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP